#26haribertjerita : Lima

Di jagat instagram, kadang-kadang aku menemui sesuatu yang menghibur, memancing emosi, mengundang empati, tertawa sendiri dan masih banyak banyak reaksi lainnya. Tempo hari ketika aku sedang asyik menonton cerita-cerita (instagram story), benakku langsung menyahut dengan gaya bicara Bintang Emon, “Rispek! ” begitu sampai pada cerita yang diunggah oleh kawanku yang bernama Avon.
Saat itu Avon mengunggah foto tampak belakang seorang laki-laki sedang antre di kasir minimarket. Laki-laki itu menenteng barang belanjaannya di tangan kanan, sebungkus pembalut dengan kemasan berwarna merah muda berukuran besar. Avon menuliskan komentar: sweet banget masnya pada foto yang diambil secara candid ini.
Mungkin kalian yang sering berkelana di twitterland sudah sering menjumpai cuitan berisi normalize this, normalize that . Nah, Lewat foto ini aku menemukan optimisme bahwa beberapa hal-hal yang dulu dianggap tabu atau memalukan, kini bisa diterima sebagai hal yang normal, lumrah dan wajar. Aku membayangkankan laki-laki itu sedang berkencan, lalu kekasihnya pamit ke toilet. Tak lama kekasihnya mengirim pesan singkat:
“Yang, aku mens. Bisa tolong belikan pembalut merk ini, isi sekian, bersayap, bungkusnya warna merah muda di minimarket? “
Laki-laki itu membalas, “Oke, yang. Tunggu sebentar ya. ” . Lantas dengan sigap ia menuju minimarket yang ditunjuk, membeli pembalut sesuai instruksi, dan mengantar nya ke bilik toilet tempat kekasihnya menunggu.

Menurutmu apa lagi hal tabu yang sudah waktunya dianggap normal?

Be the first to reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *