#26haribertjerita : Sebelas

Kali ini aku merekomendasikan sebuah rumah minum teh mungil yang lokasinya agak tersembunyi di tengah hiruk pikuk kota Malang : Hondje. Sudah sejak lama aku ingin menyambangi tempat ini setelah aku melihatnya di linimasa entah siapa.


Akhir-akhir ini ilmu meracik teh sedang menarik perhatianku (kalian bisa lihat di 21(+1) Hayal Babu yang kutulis di awal tahun ini). Mungkin karena tahun lalu aku telah mencoba ratjikan indigenous tea dan beberapa rasa kombucha dari Ranah Bhumi, aku jadi tahu bahwa teh bisa diratjik dengan bermatjam bahan dan menimbulkan rasa serta aroma yang tidak monoton.

Sore tadi agaknya aku datang terlalu tjepat. Ketika ojek daring yang kutumpangi sampai di jalan Wijaya Kusuma No. 5, sebuah bangunan kecil berwarna kuning dengan tulisan HONDJE di bagian atas masih terlihat sepi. Pintu kecil berwarna senada juga masih tertutup. Kulihat ada bangku panjang kosong di teras, aku memilih menunggu sambil duduk dan membaca.

Untunglah tak berapa lama datang seorang perempuan menyapaku dengan ramah,

“Halo, sudah (menunggu) lama? “
“Tidak terlalu.”, jawabku.

Sambil ia membuka dam membereskan kedai, kami mengobrol.
Rupanya ia harus berbelanja beberapa kebutuhan dapur terlebih dahulu sebelum membuka kedai.

Di balik pintu kecil berwarna kuning itu muncul suasana nyaman seakan berada di kamarku sendiri begitu terasa. Ada tanaman-tanaman hias berwarna hijau, bunga-bunga kering, foto-foto, kutipan yang dipajang, hingga buku-buku yang cocok denganku. Di ruang kecil yang merangkap bar itu hanya ada dua meja, entah di halaman sebelah ada berapa meja. Aku tak sempat menengok, yang jelas ada bunga rosella tumbuh di halaman belakang Hondje.

Sebagai rumah minum teh tentu saja ada banyak pilihan ratjikan teh dengan beragam nama. Jika bingung memutuskan teh mana yang kira-kira tjotjok dengan seleramu, jangan sungkan bertanya pada tea mixologist-nya: Kak Icha. Blio akan dengan senang hati memberikan rekomendasi. Namun jika kamu ingin minuman selain teh, ada pilihan kopi dan susu. Aku tadi mencoba Madea yang merupakan ratjikan teh hitam, rosella dan strawberry. Tanpa gula. Aromanya wangi dan rasanya segar meski disajikan hangat. Untuk pilihan makanan, Hondje menyediakan menu roti gembuk dan nasi omelet (bisa dilihat di instagramnya).


Oh iya, untuk para penyuka kucing, kalian akan betah berada di sini karena ada sembilan ekor kucing menggemaskan yang berlalu lalang.

Lain waktu jika aku kontrol ke RSJ Radjiman Wediodiningrat sepertinya Hondje akan jadi tempat yang harus kusinggahi karena masih banyak menu yang belum sempat kucoba.

Selamat Hondje!

Be the first to reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *