Berbagi Rasa yang Sama dengan Tara

Pendidikan apa yang bisa diharapkan dari ibu yang tidak berpendidikan?

Educated – Tara Westover

Membaca memoar Tara Westover, Educated, membuatku secara tidak langsung merasa seperti kami sedang membagi cerita, rasa sakit, penderitaan, dan dahaga ilmu pengetahuan yang sama..

Ayah Tara tak ubahnya ibuku, hanya saja ibuku bukan seorang penganut agama yang kelewat fanatik. Tapi mereka sama-sama keras kepala, dan keras kepada anak (perempuan)nya, serta memiliki ego cukup tinggi. Puji tuhan (sampai saat ini) ibuku bukanlah penyintas bipolar dan belum terdiagnosa mengalai gangguan mental apa pun. Namun setelah aku sendiri dinyatakan mengalami gangguan bipolar tipe 1 kemudian mulai memperkaya khazanah ilmu psikologi populer lewat membaca buku secara mandiri, aku jadi bertanya-tanya dalam hati: Bagaimana hubungan ibuku dengan nenekku dulu? Apakah ia memilikki inner child yang terluka? Ataukah ia masih menyimpan unfinished business? Mengapa ia sering psikosomatis? Lucunya, meski ia sendiri adalah  tenaga kesehatan, ia sebisa mungkin menghindari pemeriksaan oleh dokter ahli. Ia akan mengkonsumsi obat-obatan generik yang kami miliki, yakin bahwa sakitnya akan segera hilang dalam tiga hari ditambah dengan metode pengobatan tradisional khas masyarakat indonesia: kerokan dan pijat tubuh.

Penderitaan kami sama, psikis dan fisik. Masalah “memilih jalan dan cara hidup yang berbeda” yang dialami Tara juga kualami. Kata salah satu kawanku,”Tinggal di Indonesia, sulit bagi kita untuk membuat keputusan pribadi karena kita harus memikirkan orang lain (re: keluarga, lingkungan, dsb.)”

Membaca memoar ini sungguh mengaduk perasaanku. Kadang aku mengernyit, menahan napas, mengulum bibir, menarik napas dalam-dalam ketika dadaku terasa sesak membaca narasi kehidupan Tara yang tidak menyenangkan, mendongak ke langit sambil mengembuskan napas pendekku yang berat. Rasanya  tidak tega dan ingin membantu Tara menghadapi beban hidupnya. Bagaimana mungkin di abad 20, masih ada orang yg sangat konservatif seperti Ayah Tara, Gene Westover? Gene adalah penganut Mormon yang (menurutku) sangat fanatik. Ia anti pemerintah, anti lembaga kesehatan, anti lembaga pendidikan dsb. Hal lain yang memperparah kondisi tersebut adalah gangguan bipolar yang dialami Gene Westover, ketidakstabilan mental Gene cukup membuat hampir semua orang yang dikenalnya kerepotan. Ia cenderung sering bersikap kasar meski kadang bisa bersikap lembut. 

Perihal bipolar ini diketahui oleh Tara setelah mengikuti  kelas Psikologi 101 di BYU. Aku tahu bahwa salah satu penyebab seseorang mengalami gangguan bipolar adalah faktor genetik. Sepertinya, gen ini menurun pada Tara dan salah satu dari enam saudaranya yaitu Shawn. Dalam beberapa narasi aku membaca kondisi Tara yang lebih cenderung sering mengalami depresi sedangkan Shawn sering menunjukkan gejala mania.

Selain kalimat,”Pendidikan apa yang bisa diharapkan dari ibu yang tidak berpendidikan?” , aku belajar satu hal penting yang menurutku harus disegerakan karena terus kutahan, yaitu rela mengorbankan satu hal demi hal lain sebagaimana Tara dan saudaranya, Tyler.

Be the first to reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *